Pages

Penyakit Pneumotoraks ( Angin Duduk )

Penyakit Pneumotoraks atau disebut juga penyakit angin duduk ini ditandai penimbunan udara di dalam rongga dada dan pleura di sekeliling paru-paru yang menyebabkan paru-paru kolaps. “Pleura adalah rongga yang terletak di antara selaput yang melapisi paru-paru dan rongga dada.” kata dr. Pad Dilangga, Sp.P.
Terdapatnya udara di dalam rongga pleura disebabkan oleh 4 hal, yakni :
  • Melalui jalan napas udara sampai ke alveoli yang berbatasan dengan pleura dan terperangkap pada saat ekspirasi.
  • Udara dapat pula masuk melalui struktur mediastinum, misalnya pada rupture esophagus oleh karena trauma.
  • Udara dapat pula masuk melalui dinding toraks yang terbuka, misalnya melalui rupture diafragma atau tusukan pada dada oleh karena trauma.
  • Mikroorganisme yang menghasilkan gas.

Gambaran Kejadian Diare Pada Balita

Hippocrates mendefinisikan diare sebagai pengeluaran tinja yang tidak normal dan cair. Dibagian ilmu kesehatan anak FKUI / RSCM diare diartikan sebagai buang air besar yang tidak normal atau bentuk tinja yang encer dengan frekuensi lebih banyak dari biasanya. (Ilmu Kesehatan Anak, 2005).

Penyakit diare kini masih merupakan salah satu penyakit utama pada bayi dan anak di Indonesia. Diperkirakan angka kesakitan berkisar diantara 150-430 per seribu penduduk setahnnya. Dengan upaya yang sekarang telah dilaksanakan, angka kematian dirumah sakit dapat ditekan menjadi kurang dari 3%.
Diare merupakan buang air besar (defeksi) dengan jumlah tinja yang lebih banyak dari biasanya (normal 100-200 ml per jam tinja) dengan tinja yang berbentuk cairan setengah cair (setengah padat) dapat pula disertai frekuensi defeksi yang lebih meningkat (Kapita Selekta Kedokteran, 2001).

Asuhan Keperawatan ( Asekep ) Depresi

Depresi merupakan gangguan alam perasaan yang berat dan dimanifestasikan dengan gangguan fungsi sosial dan fungsi fisik yang hebat, lama dan menetap pada individu yang bersangkutan. Depresi adalah suatu jenis alam perasaan atau emosi yang disertai komponen psikologik : rasa susah, murung, sedih, putus asa -dan tidak bahagia, serta komponen somatik: anoreksia, konstipasi, kulit lembab (rasa dingin), tekanan darah dan denyut nadi sedikit menurun.

Depresi disebabkan oleh banyak faktor antara lain : faktor heriditer dan genetik, faktor konstitusi, faktor kepribadian pramorbid, faktor fisik, faktor psikobiologi, faktor neurologik, faktor biokimia dalam tubuh, faktor keseimbangan elektrolit dan sebagai­nya.

Asuhan Keperawatan ( Askep ) Pada An. M dengan Gastro Enteritis Akut

Dalam menerapkan proses keperawatan metode penulisan yang dipakai adalah metode diskriptif yaitu metode yang menggambarkan suatu keadaan atau kondisi yang nyata dengan didasarkan atas suatu teori yang dilakukan melalui studi kepustakaan dan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.

Asuhan Keperawatan ( Askep ) Pada Tn. I dengan Fraktur Radialis Sinistra

fraktur adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang atau tulang rawan yang umumnya disebabkan oleh rudapaksa. Trauma yang menyebabkan fraktur dapat berupa trauma langsung maupun tidak langsung. Akibat trauma langsung pada tulang bergantung pada jenis trauma, kekuatan dan arahnya. (R.Sjamsutidajat & Wim de jong. 2004. Hal: 840). Salah satu lokasi fraktur adalah pada tulang radialis sinistra.

Sistem muskuloskeletal meliputi tulang, persendian, otot, tendon, dan bursa. Masalah yang berhubungan dengan struktur ini sangat sering terjadi dan mengenai semua kelompok usia. Masalah sistem muskuloskeletal biasanya tidka mengancam jiwa, namun mempunyai dampak yang bermakna terhadap aktifitas dan produktivitas penderita. Masalah tersebut dapat dijumpai di segala bidang praktek keperawatan, sera dalam pengalaman hidup sehari-hari. (Suzanne & Smeltzer. 2001. hal: 2264).

Asuhan Keperawatan ( Askep ) Pada Klien Dengan Fraktur Cruris

I. PENGERTIAN
Fraktur cruris adalah terputusnya kontinuitas tulang dan ditentukan sesuai jenis dan luasnya, terjadi pada tulang tibia dan fibula. Fraktur terjadi jika tulang dikarenakan stress yang lebih besar dari yang dapat diabsorbsinya. (Brunner & Suddart, 2000)

II. JENIS FRAKTUR
  1. Fraktur komplet : patah pada seluruh garis tengah tulang dan biasanya mengalami pergeseran.
  2. Fraktur tidak komplet: patah hanya pada sebagian dari garis tengah tulang
  3. Fraktur tertutup: fraktur tapi tidak menyebabkan robeknya kulit
  4. Fraktur terbuka: fraktur dengan luka pada kulit atau membran mukosa sampai ke patahan tulang.
  5. Greenstick: fraktur dimana salah satu sisi tulang patah,sedang sisi lainnya membengkak.
  6. Transversal: fraktur sepanjang garis tengah tulang
  7. Kominutif: fraktur dengan tulang pecah menjadi beberapa frakmen
  8. Depresi: fraktur dengan fragmen patahan terdorong ke dalam
  9. Kompresi: Fraktur dimana tulang mengalami kompresi (terjadi pada tulang belakang)
  10. Patologik: fraktur yang terjadi pada daerah tulang oleh ligamen atau tendo pada daerah perlekatannnya.

12 Pesan Dasar Gizi Seimbang

1. Pilihlah makanan berkadar lemak sedang dan rendah lemak jenuh
Lemak dan minyak yang terdapat di dalam makanan berguna untuk meningkatkan jumlah energi, membantu penyerapan vitamin-vitamin A, D, E, dan K, serta menambah lezatnya hidangan. Ditinjau dari kemudahan proses pencernaan, lemak terbagi 3 golongan. Yaitu lemak yang mengandung asam lemak tak jenuh ganda yang paling mudah dicerna, lemak yang mengandung asam lemak tak jenuh tunggal yang mudah dicerna, dan lemak yang mengandung asam lemak jenuh yang sulit dicerna

Mengenal Penyakit Tuberkulos

1. Definisi
a. Tuberkolusis
Tuberkolusis paru adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh basil Mikrobacterium tuberkolusis yang merupakan salah satu penyakit saluran pernafasan bagian bawah yang sebagian besar basil tuberkolusis masuk ke dalam jaringan paru melalui airbone infection dan selanjutnya mengalami proses yang dikenal sebagai focus primer dari ghon ( Hood Alsagaff, th 1995. hal 73)

b. Batuk Darah(Hemoptisis)
Batuk darah (hemoptisis)adalah darah atau dahak berdarah yang dibatukkan berasal dari saluran pernafasan bagian bawah yaitu mulai dari glottis kearah distal, batuk darah akan berhenti sendiri jika asal robekan pembuluh darah tidak luas , sehingga penutupan luka dengan cepat terjadi . (Hood Alsagaff, 1995, hal 301)2. Faktor- factor yang mempengaruhi timbulnya masalah.

Asuhan Keperawatan ( Askep ) Glukoma

A. DEFINISI
Glaukoma adalah suatu penyakit yang memberikan gambaran klinik berupa peninggian tekanan bola mata, penggaungan papil saraf optik dengan defek lapang pandangan mata.(Sidarta Ilyas,2000). Glaukoma adalah sekelompok kelainan mata yang ditandai dengan peningkatan tekanan intraokuler.( Long Barbara, 1996)

B. ETIOLOGI
Penyakit yang ditandai dengan peninggian tekanan intraokuler ini disebabkan oleh :
  • Bertambahnya produksi cairan mata oleh badan ciliary
  • Berkurangnya pengeluaran cairan mata di daerah sudut bilik mata atau di celah pupil

Penyuluhan Tentang Alat Kontrasepsi

Gerakan Keluarga Berencana Nasional Indonesia telah berumur sangat lama yaitu pada tahun 70-an dan masyarakat dunia menganggap berhasil menurunkan angka kelahiran yang bermakna. Dan yang pertama kali menandatangani pernyataan tentang kependudukan dunia adalah Presiden Soeharto.

Keluarga berencana merupakan suatu program pemerintah yang dirancang untuk menyeimbangkan antara kebutuhan dan jumlah penduduk. Program keluarga berencana oleh pemerintah adalah agar keluarga sebagai unit terkecil kehidupan bangsa diharapkan menerima Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS) yang berorientasi pada catur ularga atau pertumbuhan seimbang.